Satu Waktu

Kini insan tak lagi sendiri

Hati yang semula sepi tak lagi menahan perih

Pilu dalam penantian

Berubah tawa bahagia dengan kehadiran

Sosok sebagai sandaran

Berbagi kebahagiaan

Canda tawa ataupun duka lara

Satu waktu untukmu

Ingin ku  jadikan  kau  pesan dalam bait doaku

Tangis air mata dalam sujud syukurku

Keyakinan ke genggam erat dalam lubuk hati

Satu waktu

Ku persembahkan hanya untuk engkau

Imamku

Satu0satunya pilihan untukku berbagi

Satu waktu

Daku abdikan diriku untukmu

Berjalan beriringan melangkahkan kaki bersama

Berada dalam ketenangan jiwa mencari ridhoNya

Menjadikan damu pembimbing hati dan fikiran

Satu waktu

Inginku berada di sampingmu saat kau bersedih

Di depanmu saat kau menitihakan air mata

Di belakangmu saat  kau

Berdiri mengumandangkan azan

Menjadikan kau imamku

Dan kau menjadikan aku makmum dirimu

Itulah  satu waktu yang menjadi harapku

 

Writer : Nurul Afifah, Mahasiswa UIN Walisongo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s