Satu Waktu

Kini insan tak lagi sendiri

Hati yang semula sepi tak lagi menahan perih

Pilu dalam penantian

Berubah tawa bahagia dengan kehadiran Continue reading “Satu Waktu”

Advertisements

Ilmuan Muslim Dunia

Bapak Kimia Modern- Ilmuan Islam
Ilmuan Muslim Dunia -Jabir Ibn Hayyan

Alhamdulilllah, gimana kabarnya sobat pena, pada liburan kemana nih ? adakah yang mau ke kampung Naga ? (tasikmalaya sob), yang kemarin nggak jalan-jalan tenang aja sob, hari ini kita akan berkeliling dunia (pikiran kita maksudnya) sob. Oke mari kita berdo’a dulu sebelum menelusuri dan mengorek (#kemal, #KepoMaksimal) jejak para ilmuwan dan tokoh islam dunia. Bismillahirrahmanirrahim, amiiin selesai.

Berbicara mengenai tokoh islam yang mendunia tak lepas dari pengaruh bangsa barat. Dewasa ini ilmu pengetahuan mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas dengan semakin banyaknya penemuan-penemuan baru oleh para peneliti. Teori Evolusi yang didengungkan oleh Namun penemuan penting selalu bermula dari kesungguhan hal sesuai dengan Imam Al-Ghazali menuturkan bahwa

“Bantinglah otak untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya guna mencari rahasia besar yg terkandung di dalam benda besar yg bernama dunia, tetapi pasanglah pelita dalam hati sanubari, yaitu pelita kehidupan jiwa.”

Sahabat pena inilah dasar yang kelebihan para ilmuan islam sehingga tidak cenderung menuhankan ilmu pengetahuan. Segala sesuatu di dunia ini ada karena ada yang menciptakan. Kesungguhan ilmuan islam tak lekang oleh zaman bahkan hingga sekarang penemuan mereka menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu ilmu pengetahuan tersebut adalah ilmu kimia. Dalam dunia kimia kita mengenal Jabir bin hayyan (ada yang belum kenal, hehe) tenang sob, kali ini kita akan membahasnya. Beliau merupakan ahli kimia modern yang hidup semasa khalifah Harun ar-rasyid dinasti Abbasiyah. Ilmuan kelahiran 721 M ini lebih kurang mengarang 360 buku tentang kimia (awesome sob, kita kapan ya ? hehe). Ibnu Nadhim mengatakan bahwa buku-buku tersebut memiliki gaya bahasa yang khas dan tersebar diseluruh dunia. Selain Jabir bin Hayyan dikenal juga seorang dokter ahli kimia yang kita biasa sebut ar-Razi. Beliau adalah penemu kimia modern yang dijuluki dengan Galen-nya orang arab. Ilmuwan kelahiran Ray ini (tau gak sob ?, sebelah utara kota teheran) memadukan anatar kedokteran dan kimia. Kontribusi besarnya adalah mendirikan rumah sakit dengan nama al-Bimastran. Kehebatan beliau sudah tidak diragukan lagi, banyak penemuan beliau yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh ilmuwan eropa. Dua dari penemuannya adalah zat asam lainnya yang berasal dari pencampuran alkohol dengan zat lainnya yang diembangkan oleh Arnold Pilinov. Kemudian cara yang dipakai ar-Razi dikembangkan secara lebih komprehensif oleh Laqouazibeh.

Beliau merupakan seorang filosuf yang menghargai akalnya bahkan hingga memunculkan sebuah buku yang berjudul Ath-thih ar-Rubani (Pengobat Rohani) yang menyebutkan bahwa akal adalah benda yang penting. Kebaikan dan keburukan sesuatu akan dapat diketahui dengan akal, yang lebih penting adalah akal menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk-makhluk lainnya.

Itulah beberapa ilmuan islam yang penemuannya sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern. Mengutip apa yang disampaikan ar-Razi sob, bahwa


“Akal merupakan pembeda antara manusia dengan makhluk-makhluk lainnya.”

Allah menciptakan akal dengan tujuan menjadikan manusia khalifah di bumi, bukan pembuat rusak dan hancur. Marilah kita sama-sama mengingat sobat bahwa Rasulullah bersabda  ;Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada. Tutuplah keburukan itu dengan amal kebaikan, niscaya kebaikan tadi akan menghapus keburukan dan bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik [HR. Tirmidzi].

Sekian sob, bahasan kali ini, semoga semakin menambah iman kita untuk senantiasa mengingat-Nya dalam setiap hembusan napas. Amiiin.

Rif’an, 2016

Muslim Perubah Dunia-Win 8.1